Sabtu, 28 Mei 2016

SMP Swasta Taruna Desa "Iwa Latu" Pake Narkoba



SMP Swasta Taruna Desa didatangi Anggota Kepolisian yang mensosialisasikan tentang BAHAYA NARKOBA. Spanduk yang berisikan kata "MAE PAKE NARKOBA" merupakan asli bahasa daerah di kabupaten Ende, Flores, NTT. "Mae" yang berarti "Jangan" menyatakan bahwa generasi muda khususnya para pelajar tidak boleh mencoba apalagi memakai yang namanya NARKOBA.

Antusias siswa-siswi SMP Swasta Taruna Desa untuk mendengarkan pidato singkat yang berisi pesan dan nasehat oleh Bapak Polisi dari polsesk Detusoko. Acara ditutup dengan berfoto bersama dan bersama-sama berkata " MAE PAKE NARKOBA "

Kami yakin SMP Swasta Taruna Desa "iwa latu " yang artinya tidak ada... hehehehe

Selamatkan kesehatan kita untuk menuju masa depan yang cerah









Berkarya Seni Rupa #2

SMP Swasta Taruna Desa
Berkarya seni rupa dengan serabut kelapa

Setelah kemarin berhasil mencoba berkarya topeng dengan bahan kertas bekas atau koran, kini siswa-siswi SMP Swasta Taruna Desa mencoba membuat karya seni rupa berwujud tiga dimensi yang lain dengan bahan utama yakni serabut kelapa. Siswa yang dibimbing oleh guru SM-3T asal Bali , I Gede Panca Gautama yang mengajar mata pelajaran seni budaya di SMP Swasta Taruna Desa, dalam pembuatan karya ini memerlukan alat berupa pisau untuk membentuk serabut kelapa yang sudah dibawa dan dikumpulkan siswa menjadi berbentuk serangga. Berbagai jenis bentuk serangga dengan pola yang sama seperti ada bagian kepala, badan dan ekor serangga dibuat dengan serius oleh siswa.

Bentuk serangga ini selanjutnya diberikan kaki dengan bahan ranting buah kelapa pula jadi sebuah bahan utama berasal dari pohon kelapa. Kebetulan di desa dile, pohon kelapa cukup banyak, maka guru mengajak memanfaatkan bahan alam untuk berkarya seni. Siswa diminta mengumpulkan serabut kelapa dan ranting yang kering agar mudah dibentuk dan ketika nanti diberi warna bisa menempel dengan baik di bahan.


Kepala Sekolah, Tomas Nggae, S.Pd yang baru-baru saja menjadi pimpinan di SMP Swasta Taruna Desa mendukung baik program yang dilakukan selama tidak mengganggu pelajaran. Maka kegiatan berkarya lebih banyak dilakukan saat jam pengembangan diri atau ketika sore hari. Harapan dalam kegiatan ini bisa memancing siswa untuk bisa melatih kemampuan dalam ketrampilan membentuk sehingga akan mengasah otak kanan siswa, Jadi disekolah akan ada proses keseimbangan dalam pembelajaram dalam mengembangkan otak kanan dan otak kiri siswa. Dan harapan terbesarnya ketika akhir semester kenaikan kelas, karya seni berupa bentuk serangga ini bisa diperlihatkan kepada orang tuanya dalam pameran seni rupa yang bersamaan dengan pembagian lapen di salah satu ruang sekolah.


Semua proses pembuatan berkarya ini dilakukan oleh siswa kelas VIII SMP Swasta Taruna Desa. Rencana pewarnaannya akan dilakukan bersama-sama dengan kelas VII dan Guru-guru di sekolah ini. 











Hari HARDIKNAS 2016


Memperingati hari HARDIKNAS ( Hari Pendidikan Nasional) 2 Mei  2016 , SMP Swasta Taruna Desa melaksanakan upacara bendera dan beberapa acara lomba di salah satu lapangan Sekolah Dasar di Desa Dile, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Kegiatan ini dihadiri oleh Siswa-siswa SD dan SMP, Guru-guru satu wilayah, dan tokoh-tokoh masyarakat dan adat. Keunikan dari upacara HARDIKNAS ini adalah semua peserta menggunakan pakaian adat daerah kecuali petugas pengibar bendera sang merah putih.

SMP Swasta Taruna Desa menjadi panita inti dalam acara tersebut. Diantaranya sebagai perangkat upacara bendera, paduan suara, dan panita penyelenggara lomba untuk memeriahkan acara tersebut.

Upacara bendera diisi dengan pembacaan sambutan dari Menteri Pendidikan yang dibacakan oleh Bapak Kepala Desa Dile. Setelah usai upacara bendera, Guru-guru SMP Swasta Taruna Desa mulai mengumpukan siswa SD dan SMP untuk mengikuti perlombaan. Sebelum diadakan lomba, seluruh peserta upacara melaksanakan senam bersama. Perlombaan yang diadakan yakni lomba makan kerupuk, Lari gigit sendok berisi kelereng, memasukkan paku kedalam botol, berjalan dengan botol diatas kepala, dan tanding tarik tambang. Para peserta ini dilombakan sesuai dengan tingkat kelas dan para juara mendapat hadiah bingkisan dari pihak panitia SMP Swasta Taruna Desa.



















Lihat juga videonya di Youtube :

https://www.youtube.com/watch?v=Xb0U0chFtvQ



Hari Guru di SMP Swasta Taruna Desa



Hari Guru merupakan perayaan bagi para guru yang telah berjasa menjadi pendidik bangsa. Memperingati perayaan tersebut, SMP Swasta Taruna Desa menyambut secara hangat dengan berkumpul bersama dalam satu ruang dan merayakannya dengan sangat antusias. Walaupun acara ini dilakukan dengan sangat sederhana, namun rasa kebersamaan dan rasa kasih sayang terasa di acara tersebut. Menyanyikan lagu Hymne Guru dan berjabat tangan antara siswa dan guru menjadikan rasa hormat kepada guru dan cinta kasih guru oleh siswa terlihat di setiap senyuman mereka.

lihat videonya di Youtube :

https://www.youtube.com/watch?v=ae0IqkIAmGc



Pameran Seni Rupa SMP Swasta Taruna Desa 2015


 
Di Kecamtan Detusoko, SMP Swasta Taruna Desa tanggal 21 Desember 2015 , pagi secara resmi di bukanya pameran seni rupa yang berlokasi di salah satu ruang kelas sekolah. Pembukaan pameran ini dihadiri oleh Camat, Ketua Yayasan, Kepala Desa, SM-3T Undiksha dari Bali, SM-3T dari Padang, SM-3T dari Semarang dan  seluruh siswa SMP Swasta Taruna Desa yang didampingi oleh orang tua siswa serta masyarakat umum yang berada di sekitar sekolah. Kegiatan pameran ini bersamaan dengan pembagian lapen siswa. Panitia dalam kegiatan ini memakai baju seragam yang bertuliskan KUCING SERU dengan kepanjangan Kumpulan Cinta Gambar Seni Rupa. Jadi mereka adalah para pencinta gambar.
Sebelum pembagian lapen oleh orang tua siswa, seluruh orang tua atau wali dihibur oleh beberapa pementasan dari siswa SMP Swasta Taruna Desa berupa Dance dan bernyanyi. Dari pihak SM-3T Undiksha Bali juga menampikan beberapa hiburan  tari Bali seperti tari puspanjali dan tarian kecak bali. Penampilan dari SM-3T Undiksha Bali menarik perhatian karena untuk pertama kalinya melihat langsung orang Bali menari di desa Dile, khususnya yang hadir saat acara pameran .
Pameran seni rupa ini dibuka secara resmi oleh Camat, yang sebelumnya seharusnya dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan di Kabupaten Ende. Camat membuka pameran didampingi oleh kepala desa dan kepala sekolah SMP Swasta Taruna Desa dengan memukul kentongan sebanyak lima kali. Camat mengatakan bahwa dia memukul lima kali karena Ende tempat terlahirnya lima dasar Negara Indonesia yakni Pancasila. Setelah dibuka sebuah undangan dan orang tua memasuki ruang pameran.
Ruang kelas yang dijadikan ruang pamer karya seni rupa, menurut laporan dari Ketua Panita Pameran Pakalis B. Bina mengatakan bahwa pameran seni rupa yang diadakan di SMP Swasta Taruna Desa memerkan karya berwujud dua dimensi dan tiga dimensi yang lebih utama menampilkan karya gambar di media kertas dan karya seni topeng. Kepala Sekolah, Ignasius Beo dalam sambutannya menyatakan rasa bersyukurnya dengan kedatangan SM-3T, I Gede Panca Gautama yang bertugas mengajar di sekolah tersebut. Selain memamerkan karya dari siswa, juga dilakakukan demontrasi oleh beberapa siswa bagaimana cara membuat topeng dari bubur kertas dan car mewarnai topeng.Hal ini dilakukan agar para undangan dan orang tua yakin kalau siswa SMP Swasta Taruna Desa mampu tampil di depan umum dan belajar mengkomunikasikan tentang cara membuat topeng dari bubur kertas.

Di akhir acara setelah pembukaan pameran seni rupa, dilanjutkan dengan pembagian lapen oleh masing-masing wali kelas. Selanjutnya acara makan bersama, pembagian hadiah kepada siswa yang membuat gambar terbaik, dan ditutup oleh acara foto bersama dan menari  Gawi bersama. 





 Lihat juga videonya :

https://www.youtube.com/watch?v=L6vSfz5IMGU

SMP Swasta Taruna Desa Persiapkan Pameran Seni Rupa


 Persiapan display karya berupa gambar-gambar hasil karya siswa selama setengah semester dan beberapa hasil karya topeng buatan siswa siap dipasang di salah satu ruang kelas di sekolah SMP Swasta Taruna Desa. Pameran seni rupa yang pertama kali diadakan di sekolah ini merupakan tujuan dari pembelajaran seni budaya khususnya seni rupa bahwa hasil dari kreativitas siswa bisa diapresiasi lewat pameran seni rupa di sekolah.
Pembukaan pameran seni rupa ini  diadakan pada hari senin, 21 Desember 2015 bersamaan dengan pembagian laporan pendidikan (lapen) ke orang tua siswa. Jadi hasil karya siswa akan dapat dilihat oleh orang tua mereka saat pengambilan lapen. Bersama guru-guru SMP Swasta Taruna Desa dan SM-3T Undiskha, Pameran ini merupakan harapannya agar kelak siswa-siswa yang diajarnya berani berekpresi dan berimajinasi dalam berkarya seni,khususnya seni rupa. Seni merupakan pelajaran yang harus ada di sekolah agar tetap bisa menjaga dan meningkatkan jiwa seni yang ada dalam diri siswa. Acara pameran ini didukung oleh komunitas KUCING SERU (Kumpulan Cinta Gambar Seni Rupa) dari Bali yang bersamaan dengan hari jadinya yang ke-4 bertepatan dengan Hari Ibu, 22 Desember. 
 Sponsor pengadaan kostum dibuat oleh Me Young Artwork. Beberapa Sarjana Mendidik di daerah 3T (SM-3T) asal Bali yang bertugas di kabupaten Ende juga sepakat akan mendukung kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan. Karena tujuan mereka ditugaskan di Ende selama 1 tahun adalah untuk mendidik siswa-siswa di sekolah selain juga menjadi calon guru yang profesional. 

Kegiatan pameran seni rupa SMP Swasta Taruna Desa  dipublikasikan lewat beberapa media cetak seperti Baliho Selain juga lewat media internet seperti sosial media Facebook. Harapan SMP Swasta Taruna Desa dan para pendukung dalam kegiatan ini adalah semoga pameran yang sederhana ini bisa diapresiasi lewat kehadiran seluruh lapisan masyarakat du dunia maya dan di Kabupaten Ende minimal di Kecamatan Detusoko pada pembukaan pameran nanti.

Kepala sekolah Ignasius  Beo mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari karya siswa-siswi SMPS Taruna Desa yang dilakasakanakan beberapa waktu lalu. Hasil karya siswa-siswi.









Berkrya Seni Rupa SMPS Taruna Desa



Bubur Kertas Jadi Sarapan Istirahat Siswa
Karya Seni Topeng SMP Swasta Taruna Desa, Dile, Detusoko


            Bermula dari kertas bekas yang tiap hari dikumpulkan oleh siswa-siswi SMP Swasta Taruna Desa ketika melaksanakan pembersihan ruang kelas dan halaman sekolah. Kertas yang selalu berakhir di lubang pembakaran sampah, kini berubah menjadi bubur kertas yang menjadi sarapan siswa tiap pagi siang maupun sore ketika siswa pergi ke sekolah. Kertas-kertas itu dikumpulkan siswa beserta guru-guru SMP Swasta Taruna Desa. Sekolah yang berlokasi di desa Dile, Kecamatan Detusoko, memanfaatkan kertas-kertas bekas itu untuk disulap menjadi sebuah karya seni. Karya seni yang dibuat siswa adalah berupa topeng.
            Topeng menjadi pilihan dalam berkarya siswa karena selama ini belum pernah membuatnya. Siswa hanya perlu menyiapkan ember, air, lem kayu, dan batu sebesar kepala mereka. Mereka mencari batu di sungai dekat sekolah mereka. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari salah satu kompetensi dasar pada pelajaran seni budaya khususnya pelajaran seni rupa. Kepala SMPS Taruna Desa Dile, Ignasius Beo, BA sangat mendukung kegiatan pembelajaran praktik berkarya seni topeng yang dilakukan siswa-siswinya. Sabtu 25/9 lalu secara serempak dari kelas VII hingga kelas IX mengikuti kegiatan pembuatan karya seni topeng bubur kertas yang berlokasi di salah satu ruang kelas SMPS Taruna Desa. Beliau mengatakan kegiatan pembuatan karya seni topeng dari bubur kertas ini adalah kegiatan perdana yang sebelumnya tidak pernah dilaksanakan oleh pihak sekolah, dan mungkin dengan kegiatan seperti ini dapat meningkatkan minat atau bakat siswa di bidang seni.  Apalagi siswa-siswi di sekolah kami lumayan sulit menjangkau pembelian alat dan bahan dalam bidang praktik kesenirupaan, sehingga minat siswa-siswi terkadang kurang terdukung dan berkembang. Akan tetapi dengan kegiatan seperti ini siswa bisa lebih berinovatif besar di bidang seni rupa.

                Dibantu oleh kedatangan guru Sarjana Mendidik di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (SM-3T) asal dari Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) Bali,bernama I Gede Panca Gautama yang merupakan lulusan sarjana pendidikan seni rupa maka proses kegiatan praktik ini semakin bisa menambah pengalaman siswa-siswi serta guru-guru yang berada di SMPS Tardes. Harapan sekolah kegiatan ini tidak hanya berhenti di kegiatan praktik membuat topeng saja, namun bisa membuat kreasi yang lain dari bahan bubur kertas dan berakhir disebuah ruang apresiasi seni yakni pameran seni rupa di sekolah.





lihat video di Youtube :

 Pembuatan Topeng : https://www.youtube.com/watch?v=qyfN4dHyloM

Pewarnaan Topeng  : https://www.youtube.com/watch?v=jPKaIZVjOCY